Pusat Studi Kebijakan Publik
  • PROFIL
    • Tentang Kami
    • Visi Misi
    • Struktur Organisasi
    • Personalia
  • AKTIVITAS
    • Penelitian
    • Pelatihan
    • Pengabdian
  • KOLABORASI
  • PUBLIKASI
  • Menu Menu

Hasil Survei Nasional “Muhammadiyah di Mata Anak Muda”

in Publikasi/by Ilham

YOGYAKARTA – Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi merilis laporan hasil survei nasional bertajuk “Muhammadiyah di Mata Anak Muda” pada Maret 2026. Laporan ini membawa temuan signifikan yang mematahkan stigma lama bahwa generasi muda cenderung apatis terhadap organisasi keagamaan. Sebaliknya, Muhammadiyah justru mengalami transformasi citra yang kuat di mata generasi digital.

Kebanggaan Kolektif: Melampaui Sekat Kaderisasi

Temuan utama survei ini mencatat angka yang mengejutkan: 91% anak muda Indonesia menyatakan bangga terhadap Muhammadiyah. Menariknya, kebanggaan ini bersifat inklusif dan lintas batas. Data menunjukkan bahwa 46,5% dari mereka yang menyatakan bangga justru berasal dari kalangan luar (bukan kader resmi Muhammadiyah).

Fenomena ini disebut oleh PSKP UAD sebagai Collective Pride (kebanggaan kolektif). Muhammadiyah tidak lagi dipandang secara sempit sebagai organisasi massa (ormas) keagamaan, melainkan telah berevolusi menjadi sebuah “Social Enterprise” raksasa. Dampak nyata dari amal usaha di bidang pendidikan dan kesehatan telah memposisikan Muhammadiyah sebagai “Brand Kualitas Hidup” yang dipercaya masyarakat luas.

Wajah Ikonik Kemanusiaan dan Keunggulan Layanan

Survei ini juga memotret elemen apa yang paling melekat dalam ingatan anak muda tentang Muhammadiyah. Sektor kemanusiaan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi wajah paling ikonik yang diakui oleh 69,3% responden. Kecepatan dan ketangguhan MDMC dalam menangani bencana menjadikan Muhammadiyah sebagai real influencer di ruang publik.

Selain itu, kualitas layanan kesehatan Muhammadiyah dinilai jempolan oleh mayoritas responden, memperkuat alasan mengapa banyak anak muda dari latar belakang non-kader merasa memiliki kedekatan emosional dengan organisasi ini.

Agama yang Rasional dan “Anti-Ribet”

Generasi Z dan Milenial menyukai cara beragama yang praktis namun tetap memiliki dasar logika yang kuat. Sebanyak 89% responden merasa cara beragama Muhammadiyah sangat simpel, rasional, dan fleksibel—sebuah karakteristik yang sangat cocok dengan ritme hidup masyarakat digital.

“Muhammadiyah hadir dengan tawaran yang Simple, Easy, and Rational. Ini membuktikan bahwa anak muda tidak meninggalkan agama, mereka hanya meninggalkan cara beragama yang rumit dan tidak relevan,” ungkap laporan tersebut. Dukungan nyata terhadap modernitas ini juga terlihat pada isu Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang didukung oleh 82,9% anak muda karena dianggap memberikan kepastian sistem penanggalan secara global.

Sikap Kritis Alarm Isu Lingkungan

Meski tingkat kepercayaan publik sangat tinggi—di mana 90% responden menganggap Muhammadiyah berperan krusial bagi kemajuan bangsa—kaum muda tetap menunjukkan sikap kritis.

Isu ekologi menjadi titik perhatian serius. Sebanyak 46% anak muda menyatakan penolakan terhadap izin konsesi tambang bagi ormas. Polarisasi opini ini menjadi pengingat bagi Persyarikatan untuk terus menjaga amanah ekologis dan legitimasi moral di mata generasi masa depan yang sangat peduli pada isu perubahan iklim.

Metodologi dan Implikasi Strategis

Kepala PSKP UAD, Dr. Azaki Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa survei ini melibatkan 758 responden dari seluruh provinsi di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, menyasar kelompok usia 17-40 tahun yang didominasi oleh kalangan terpelajar (pelajar/mahasiswa hingga sarjana).

“Hasil survei ini adalah potret harapan. Temuan mengenai persepsi dan kritik kaum muda ini kami harapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi Muhammadiyah dalam merumuskan kebijakan dakwah, pengelolaan amal usaha, serta komunikasi publik yang lebih relate dengan kegelisahan anak muda,” pungkas Dr. Azaki.

Melalui laporan ini, PSKP UAD menegaskan bahwa Muhammadiyah di tahun 2026 telah berhasil menjaga relevansinya di tengah disrupsi zaman, bukan hanya sebagai penjaga gawang moral, tetapi sebagai solusi nyata bagi kualitas hidup generasi masa depan.

Selengkapnya:
Laporan Survey_Muhammadiyah di Mata Anak Muda_ PSKP-UAD

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
https://pskp.uad.ac.id/wp-content/uploads/Laporan-Survey_Muhammadiyah-di-Mata-Anak-Muda_-PSKP-UAD-1-pdf.jpg 2067 2933 Ilham https://pskp.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-pskp.png Ilham2026-03-30 19:00:162026-03-30 20:14:07Hasil Survei Nasional “Muhammadiyah di Mata Anak Muda”

Berita Terbaru

  • Dorong Riset Berdampak, PSKP UAD Gelar Peluncuran Buku “Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Kebijakan”June 6, 2026 - 12:31 pm
  • Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas: Haedar Nashir Desak Kembalikan Pendidikan ke Khitah ‘Insan Kamil’June 6, 2026 - 12:20 pm
  • Direktur Eksekutif PSKP UAD: Kesejahteraan Guru Adalah Pondasi Utama Keberhasilan Kebijakan Guru WaliMarch 31, 2026 - 8:40 pm
  • Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta: Menjadi Sahabat Siswa adalah Kunci Sukses Peran Guru WaliMarch 31, 2026 - 8:34 pm
  • Prof. Dody Hartanto: Guru Wali yang Bahagia adalah Kunci Kesehatan Mental Peserta DidikMarch 31, 2026 - 8:30 pm

Pusat Studi Kebijakan publik adalah lembaga riset kampus yang berfokus pada penguatan kebijakan untuk membentuk ekosistem kebijakan yang berpihak kepada Masyarkat

Lebih Dekat


Instagram


LinkedIn


Youtube

Kontak Kami

UAD Kampus 2 Unit B, Jl. Pramuka No.5F, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161

pskp@uad.ac.id

+62 857-5915-0530

PSKP UAD Terima Kunjungan dari Lingkar Studi Politik dan Kebijakan IMM Slem...Sarasehan PSKP UAD: Guru Wali Jadi Kunci Kesehatan Mental Siswa
Scroll to top