PSKP UAD Terima Kunjungan Kerja PSKP Kemendikdasmen, Bahas Kolaborasi Riset dan Kebijakan Pendidikan 2026

Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Ahmad Dahlan (PSKP UAD) menerima kunjungan kerja dari Pusat Studi Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen RI pada Selasa, 23 Desember 2025. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat silaturahmi kelembagaan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan riset, implementasi, dan advokasi kebijakan pendidikan nasional.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan peran pusat studi sebagai mitra pemerintah dalam menghasilkan kebijakan pendidikan berbasis bukti (evidence-based policy). PSKP UAD memaparkan profil kelembagaan, arah riset, serta berbagai aktivitas strategis yang selama ini dijalankan.

Sebagai lembaga yang berfokus pada kebijakan publik, khususnya sektor pendidikan, PSKP UAD menempatkan kerja-kerja riset yang kuat secara metodologis sebagai fondasi utama. Aktivitas PSKP UAD selama ini bertumpu pada empat pilar, yakni riset dan kebijakan, advokasi dan konsultasi, kolaborasi strategis, serta forum diskusi kebijakan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sejumlah proyek yang tengah dan telah dijalankan, termasuk evaluasi kebijakan jangka panjang Muhammadiyah serta kerja sama sebelumnya dengan Puspeka dalam penyusunan laporan nasional Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).

Dalam sesi diskusi, perwakilan PSKP Kemendikdasmen RI, Bapak Unggul selaku Analis Kebijakan, memaparkan sejumlah rencana kolaborasi yang diproyeksikan mulai berjalan pada awal tahun 2026. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pengembangan Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan (JPKP). PSKP Kemendikdasmen membuka peluang bagi akademisi UAD untuk terlibat sebagai penulis maupun editor jurnal yang terbit dua kali dalam setahun tersebut. Jurnal ini juga diarahkan menjadi wadah publikasi ilmiah bagi mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3), khususnya dalam mendukung penyelesaian tugas akhir.

Selain pengembangan jurnal, kedua belah pihak juga membahas rencana piloting project dan pendampingan kebijakan pendidikan di berbagai daerah. Program ini dirancang untuk mengembangkan sekolah-sekolah intervensi sebagai proyek percontohan implementasi kebijakan. Dalam skema tersebut, PSKP Kemendikdasmen dan PSKP UAD diharapkan dapat berperan aktif dalam mendampingi Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan agar kebijakan dapat diterapkan secara kontekstual dan berkelanjutan.

Agenda kolaborasi lainnya mencakup penyelenggaraan forum diskusi kebijakan dan workshop, yang melibatkan pemangku kepentingan pendidikan seperti Dinas Pendidikan, guru, murid, serta Dewan Pendidikan. Workshop jurnal JPKP juga direncanakan dengan menghadirkan narasumber lintas perguruan tinggi, termasuk UAD, UNY, dan UGM. Adapun isu prioritas yang diusulkan untuk menjadi fokus kajian antara lain penguatan peran guru, wali murid, serta pengembangan 7 Jurus Bimbingan Konseling (BK).

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, PSKP Kemendikdasmen RI mengundang PSKP UAD untuk melakukan kunjungan balasan ke kantor pusat guna membahas peluang kerja sama secara lebih mendalam. Selain itu, dibuka pula peluang bagi mahasiswa pascasarjana UAD untuk melakukan riset di lingkungan PSKP Kemendikdasmen, serta pengembangan program magang yang akan dikoordinasikan melalui program studi terkait.

Kedua pihak sepakat bahwa pembahasan teknis, termasuk pemetaan anggaran dan penyusunan kerangka acuan kerja (ToR), akan dilanjutkan pada Februari 2026. Melalui kunjungan kerja ini, PSKP UAD dan PSKP Kemendikdasmen RI menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem kebijakan pendidikan yang kolaboratif, berbasis riset, dan responsif terhadap tantangan pendidikan nasional.

 

PSKP UAD dan Puspeka Dalami Temuan Evaluasi 7KAIH dalam DKT Implementasi Karakter 2025

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) kembali memfasilitasi proses evaluasi nasional Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) melalui penyelenggaraan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Capaian Implementasi Penguatan Karakter Tahun 2025 pada Jumat, 7 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Kampus 4 UAD ini menjadi salah satu tahapan penting untuk menelaah dampak penerapan program penguatan karakter di sekolah-sekolah sasaran.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Kosasih Ali Abu Bakar dari Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen hadir langsung untuk memonitor jalannya diskusi dan memastikan bahwa rangkaian evaluasi berjalan sesuai dengan standar analisis kebijakan berbasis bukti. Dari UAD, Dr. Azaki Khoirudin, selaku Kepala PSKP UAD, memimpin koordinasi jalannya diskusi dan pendalaman data lapangan yang telah dihimpun oleh para peneliti sebelumnya.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan didampingi oleh tiga pemandu kelompok: Budi Asyhari, MA., Hilma Fanniar Rohman, S.E., M.E., dan Moch Edward Trias Pahlevi, S.IP.. Mereka memfasilitasi analisis temuan dari berbagai wilayah penelitian, mulai dari kualitas implementasi kebiasaan, tantangan yang dihadapi sekolah, hingga praktik baik yang berpotensi direplikasi secara nasional.

Peserta DKT membahas secara rinci perkembangan implementasi 7KAIH serta kesesuaian data lapangan dengan indikator evaluasi yang ditetapkan Puspeka. Diskusi kelompok ini lalu dilanjutkan dengan penyusunan draft laporan evaluasi dan ringkasan eksekutif yang akan menjadi bagian dari bahan rekomendasi untuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kegiatan ini memperlihatkan peran UAD sebagai mitra aktif dalam riset kebijakan publik, khususnya terkait penguatan pendidikan karakter di Indonesia. Melalui DKT ini, Puspeka dan PSKP UAD berharap implementasi 7KAIH tidak hanya berjalan pada tataran program, tetapi mampu memberikan dampak yang terukur bagi perkembangan karakter peserta didik.

Peluncuran PSKP UAD

Resmi Diluncurkan, PSKP UAD Siap Hadirkan Riset dan Advokasi Kebijakan Berdampak

YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara resmi meluncurkan Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) pada sebuah acara yang digelar di Amphiteater Museum Muhammadiyah, Yogyakarta. Peluncuran ini menjadi penanda komitmen UAD untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat melalui kajian kebijakan yang berbasis riset, advokasi, serta kolaborasi lintas disiplin.

Acara ini disambut secara daring oleh Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., bersama sivitas akademika, aktivis, dan perwakilan organisasi mahasiswa se-Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Kepala PSKP UAD, Dr. Azaki Khoirudin, M.Pd., memaparkan visi PSKP sebagai pusat studi yang berpegang teguh pada nilai-nilai UAD, mengedepankan pendekatan ilmiah, dan bersifat kolaboratif. “PSKP akan menjadi wadah transisi bagi semua pihak yang ingin bergabung. Kami akan memulai dengan riset bertajuk ‘7 Anak Indonesia Hebat’ yang melibatkan para dosen dari berbagai bidang ilmu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Azaki menekankan bahwa fokus utama PSKP tidak hanya pada riset, tetapi juga pada penyelenggaraan diskusi, advokasi kebijakan strategis, dan pembangunan kemitraan yang luas. Sebagai langkah awal, PSKP juga langsung menyelenggarakan Kelas Opini Publik yang dibimbing oleh mentor berpengalaman untuk mengasah kemampuan analisis dan penulisan kritis.

Dukungan penuh juga datang dari pimpinan universitas. Rektor UAD, Prof. Muchlas, M.T., menyatakan bahwa pendirian PSKP adalah langkah strategis untuk merespons berbagai kebijakan publik yang ada. “UAD perlu memberikan komitmen untuk mencermati setiap kebijakan pemerintah dan memberikan masukan yang konstruktif. Pusat studi ini diharapkan mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pendekatan ilmiah,” tegas Prof. Muchlas.

Peresmian PSKP turut dimeriahkan dengan Seminar Nasional bertema “Kampus: Kebijakan Publik dan Riset Berdampak”. Seminar ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D. (Penasihat Ahli Mendikbudristek RI) dan Dr. Phil. Ahmad Norma Permata, S.Ag., M.A. (Dewan Pakar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik), yang mengupas tuntas peran vital perguruan tinggi dalam memengaruhi arah kebijakan publik.

Dengan peluncuran ini, PSKP UAD membuka pintu seluas-luasnya bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk berkolaborasi menghasilkan solusi berbasis penelitian yang relevan demi kemajuan bangsa.