Irsyad Zamjani, Ph.D.: Guru Wali Adalah Kunci Implementasi Kebijakan Beban Kerja Guru Terbaru
YOGYAKARTA 31 Maret 2026 – Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) BSKAP Kemendikdasmen, Irsyad Zamjani, Ph.D., secara resmi membuka Sarasehan Kebijakan Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan, Selasa (31/03/2026). Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penguatan peran guru wali merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan kualitas pendidikan nasional tetap terjaga.
Landasan Hukum dan Esensi Pendidikan
Irsyad menjelaskan bahwa kebijakan guru wali merupakan bagian krusial dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Beban Kerja Guru. Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan esensi untuk membangun generasi masa depan yang tangguh.
“Tujuan pendidikan kita adalah memastikan generasi yang dihasilkan bukan generasi yang lemah, melainkan generasi yang memiliki daya saing dan kemampuan adaptasi yang baik. Di sinilah peran guru wali menjadi sangat strategis,” ungkap Irsyad.
Tiga Mandat Utama Guru Wali
Dalam kebijakan terbaru ini, Kemendikdasmen menetapkan tiga peran utama yang harus dijalankan oleh guru wali di satuan pendidikan:
-
Monitoring Akademik: Memantau capaian siswa secara berkala dan melakukan intervensi jika terjadi penurunan prestasi.
-
Penguatan Karakter: Mendampingi siswa dalam membangun sikap dan nilai positif sesuai profil lulusan yang diharapkan.
-
Well-being (Kesejahteraan Psikologis): Menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan (bullying).
Refleksi dan Evaluasi Lapangan
Irsyad mengungkapkan bahwa berdasarkan studi awal tahun lalu, implementasi kebijakan ini masih beragam. Sebagian sekolah telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang matang, namun sebagian lainnya masih dalam tahap penyesuaian.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi dengan PSKP UAD sebagai mitra akademis untuk memberikan masukan nyata dari lapangan.
“Sebagai lembaga yang memiliki mandat kajian dan evaluasi, kami sangat membutuhkan masukan dari narasumber dan praktisi di forum ini. Kami ingin kebijakan yang dirumuskan benar-benar berjalan optimal dan solutif bagi tantangan di sekolah,” tambahnya.
Pembukaan Secara Resmi
Menutup sambutannya, Irsyad Zamjani secara resmi membuka kegiatan sarasehan bertema “Guru Wali dan Penguatan Kompetensi Bimbingan Konseling di Sekolah” tersebut dengan pembacaan basmalah. Ia berharap forum ini menjadi ruang refleksi yang menghasilkan rekomendasi konstruktif bagi masa depan layanan bimbingan konseling di Indonesia.



